Senin, 12 Desember 2016

Di Atas Langit Masih Ada Langit




     Di suatu hari yang panas Pandi sedang berjalan pulang dari tempat organisasinya, ia menganggap organisasi yang ia bentukitu adalah organisasi yang cerdas dan modern di daerah itu. Organisasi kumpulan anak-anak cerdas dan berbakat itu ia namakan Eureka, berasal dari bahasa Yunani yang berarti “akhirnya aku menemukannya” berawal dari Archimedes yang tanpa sengaja berhasil menemukan dalil berat jenis air.

    Di tengah jalan Pandi bertemu dengan Baim, seorang pemuda yang bisa dibilang cerdas namun pemalas, cenderung urakan dan terlalu santai. Baim pun memulai pembicaraan dengan Pandi yang sombong.

Baim    : Heelllloowww, lemari buku berjalan, abis pulang dari organisasi lelucon itu yaaa???
Pandi   : Bukan urusanmu pecundang..
Baim    : Ouww...ane terkejut..ternyata bisa ngomong juga????
Pandi   : Enyahlah, jangan mengangguku!!!
Baim  : Tidak ada niat buat menganggu, tapi ternyata benar apa yang dibilang orang selama ini yaa...kau ini orang pintar yang sombong, padahal di atas langit masih ada langit loooo...
Pandi   : Berisik, jangan mengkuliahi ku!!!
Baim   : Hmmm..oukey deeh, ngomong-ngomong ente itu katanya tidak bisa ditipu, berinstink tajam, dan pandai menganalisa yaa??? Kalau begitu ane punya peralatan pintar yang bisa untuk menipumu..
Pandi   : Coba saja..di mana peralatan pintarmu itu keluarkan semua???!!!
Baim   : Tunggu dulu, sabar sebentar..semua peralatannya ada di rumah, ane akan ambil dulu sebentar, sekitar 15 menit...
Pandi    : Ouukeyyy..cepat ambil sana pecundang...
Baim    : Baaiiikkk..tunggulah di sini bersama waktu dan aspal ini.

Pandi pun menunggu, 15 menit telah berlalu...30 menit telah berlalu..45 menit telah berlalu dan yang terakhir 60 menit berlalu.. Pandi pun sadar sambil berkata

Pandi   : Sial aku ditipu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar