Untuk
kali ini ane mau berbagi tentang kutipan kata-kata indah dalam novel HUJAN,
karangan salah satu novelis favorit ane. Tere Liye, yang artinya kalo dalam
film Veer Zaara adalah ‘untuknya’.
Sebenarnya banyak kata-kata indah
dalam novel-novel Tere Liye. Beliau sungguh sangat jenius merepresentasikan
semua uneg-uneg, masalah, kesedihan, kebahagiaan dan emosi lainnya yang secara
umum dialami oleh kebanyakan orang ke dalam fokus satu pikiran dan tentunya
tulisan.
Ane memilih kutipan dari novel HUJAN
karena ane ingin berbagi secara spesifik bagi orang yang ingin melepaskan semua
kenangan, yang seharusnya justru dipeluk erat-erat. Karena setiap kenangan baik
ataupun buruk, juga salah satu bagian dari hidup kita.
Berikut beberapa kutipannya, bagi
orang yang sedang ingin melupakan kenangan. Namun terkadang juga tersenyum
mengingat kenangan itu. Cerita tentang melupakan, cerita kenangan, cerita
tentang HUJAN.
1. Tiga malam lalu dia masih tidur di atas
kasur empuk. Ibunya mengecup keningnya, mengingatkan besok sekolah, bilang
selamat tidur. Malam ini, dia tidur dalam tenda darurat pengungsian. Cepat
sekali semuanya berubah.
2. Kesibukan adalah cara terbaik melupakan
banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
3.
Lail menatap Esok tanpa berkedip
sepanjang cerita. Itu hebat sekali.
4. Membalas kejamnya takdir dengan membantu
oranglain. Mengobati kesedihan dengan berbuat baik.
5. Mereka hanya duduk bersama selama satu
jam, setelah setahun tidak bertemu. Sebentar sekali dibandingkan 365 hari. Tapi
bagi Lail, itu lebih dari cukup. Dia sudah sangat senang. Rasa senang yang bisa
membuatnya sabar menunggu setahun lagi.
6. Jangan pernah jatuh cinta saat hujan.
Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan
terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Masuk akal, bukan?
7. Karena kenangan sama seperti hujan.
Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan
menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga
selesai dengan sendirinya.
8. Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta
adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu
dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.
9. Tidak ada kabar adalah kabar, yaitu
kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu
kepastian tidak adanya kepastian.
10. Hidup
ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari : kapan kita
akan berhenti menunggu.
11. Ada
orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi
tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap
di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak
bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.
12. Bagian
terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan
rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam
menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih
sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa
kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena
kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.
13. Hanya
orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil
menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah, tapi pada
akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri
sendiri.
14. Barangsiapa
yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa
menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
15. Bukan
seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi
seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang
mereka alami. Karena itu juga bagian dari hidupnya.
Jika diantara para sahabat nanti, dikala hujan yang indah seperti bisa melihat
kenangan yang indah dengan seseorang di ujung mata. Melihat tatapan matanya,
rambutnya, wajahnya, senyumnya serta tingkahnya. Namun kemudian tersadar oleh
suara hujan, bahwa itu hanya kenangan. Karena nyatanya tidak ada apa-apa saat
itu, yang ada hanya. HUJAN.
Tak
perlu bersedih, walaupun rasanya hati ini bagai disayat sembilu. Apalagi
menangis. Terimalah semua kenangan itu, maka dengan menerima kita bisa
melupakan. Jangan lepas semua kenangan itu, walaupun menyakitkan. Peluklah
erat. Karena kenangan itu juga adalah hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar