Minggu, 04 Desember 2016

HUJAN

~ Tere Liye ~


Untuk kali ini ane mau berbagi tentang kutipan kata-kata indah dalam novel HUJAN, karangan salah satu novelis favorit ane. Tere Liye, yang artinya kalo dalam film Veer Zaara adalah ‘untuknya’.

Sebenarnya banyak kata-kata indah dalam novel-novel Tere Liye. Beliau sungguh sangat jenius merepresentasikan semua uneg-uneg, masalah, kesedihan, kebahagiaan dan emosi lainnya yang secara umum dialami oleh kebanyakan orang ke dalam fokus satu pikiran dan tentunya tulisan.
            
Ane memilih kutipan dari novel HUJAN karena ane ingin berbagi secara spesifik bagi orang yang ingin melepaskan semua kenangan, yang seharusnya justru dipeluk erat-erat. Karena setiap kenangan baik ataupun buruk, juga salah satu bagian dari hidup kita.
            
Berikut beberapa kutipannya, bagi orang yang sedang ingin melupakan kenangan. Namun terkadang juga tersenyum mengingat kenangan itu. Cerita tentang melupakan, cerita kenangan, cerita tentang HUJAN.

1.  Tiga malam lalu dia masih tidur di atas kasur empuk. Ibunya mengecup keningnya, mengingatkan besok sekolah, bilang selamat tidur. Malam ini, dia tidur dalam tenda darurat pengungsian. Cepat sekali semuanya berubah.
2.    Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
3.      Lail menatap Esok tanpa berkedip sepanjang cerita. Itu hebat sekali.
4.     Membalas kejamnya takdir dengan membantu oranglain. Mengobati kesedihan dengan berbuat baik.
5.  Mereka hanya duduk bersama selama satu jam, setelah setahun tidak bertemu. Sebentar sekali dibandingkan 365 hari. Tapi bagi Lail, itu lebih dari cukup. Dia sudah sangat senang. Rasa senang yang bisa membuatnya sabar menunggu setahun lagi.
6.   Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. Masuk akal, bukan?
7.  Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.
8.  Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.
9.    Tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak adanya kepastian.
10. Hidup ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari : kapan kita akan berhenti menunggu.
11. Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.
12. Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.
13. Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri.
14.  Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.
15.  Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami. Karena itu juga bagian dari hidupnya.
     
     Jika diantara para sahabat nanti, dikala hujan yang indah seperti bisa melihat kenangan yang indah dengan seseorang di ujung mata. Melihat tatapan matanya, rambutnya, wajahnya, senyumnya serta tingkahnya. Namun kemudian tersadar oleh suara hujan, bahwa itu hanya kenangan. Karena nyatanya tidak ada apa-apa saat itu, yang ada hanya. HUJAN.

    Tak perlu bersedih, walaupun rasanya hati ini bagai disayat sembilu. Apalagi menangis. Terimalah semua kenangan itu, maka dengan menerima kita bisa melupakan. Jangan lepas semua kenangan itu, walaupun menyakitkan. Peluklah erat. Karena kenangan itu juga adalah hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar