Minggu, 13 Desember 2015

Sakitnya Tuhh Di Sini...


Kisah sedih ini terjadi pada saat ane masih bekerja di kantor lama ane di Indorent. Kisah yang membuat mata ane basah oleh airmata dan hati ini penuh dengan derita dan rasa sakit. Indorent letaknya di sekitar Bekasi, tepatnya di Duren Sawit. Kalian tentu tau kan desas desus tentang Bekasi, yaa walaupun ane gak bisa mendengar suara kalian tapi ane bisa mendengar bunyi kentut kalian dan bisikan hati kalian yang menyatakan kalo kalian tau tentang Bekasi. Sebuah planet baru di orbit tata surya kita, yang jaraknya luar biasa jauh, kalo mau ke nikahan temen. Jika gak jauh-jauh hari berangkatnya, bisa-bisa pas sampe itu temen kita udah lagi lahir anak pertama dan anak pertamanya itu udah lagi hamil tua.

Dengan jarak yang luar biadab jauh itu gak kebanyang kan betapa capeknya ane. Apalagi kalo Supervisor ane, Bu Klara lagi uring-uringan, maka dari itu kalo Bu Klara lagi kayak gitu ane suka pura-pura mati dengan mulut berbusa dan kuku mengeluarkan kutu aer, biar gak kena omel. Tapi untungnya ada Neng Lintang sebagai penyejuk mata dan hati ane.

Lalu Mba Dian yang melindungi ane dari kelaparan serta gangguan syeitan yang terkutuk dan orang-orang yang mau merenggut kehormatan ane.
Ane lupa tanggal dan harinya karena awalnya kisah ini ingin ane hapuskan dari ingatan. Ketika itu. Begitu sampe rumah. Ternyata Bapak ane juga baru pulang kerja. Kebiasaan Bapak ane adalah kalo pulang kerja itu sehabis makan beliau suka tidur-tiduran di deket ruang makan. Sementara ane pada saat itu dalam keadaan lagi makan, sehabis makan nonton-nonton tv. Ane meliat Bapak ane bangkit dari tidurnya, terus entah apa yang merasuk beliau. Beliau langsung buka baju dan memakai balsem geliga ke hampir semua badannya, dan gak lama berselang, beliau mandi dengan ceria.

Ane, Ibu dan ade ane saling tatap serta berpikir. Siapa orang yang mukul kepala Bapak ane, sehingga beliau bertingkah cukup aneh malam ini. Selesai mandi, beliau pake barbel. Ehh maksud ane handuk, lalu menuju lantai dua rumah mungil kami. Kalo ane, biasanya kalo pulang larut malem kayak gini gak pernah mandi, paling cuci muka, gosok gigi, gali lubang terus tidur. Tapi malam ini beda, abis makan serta nonton tv tiba-tiba perut ane mules dan tugas mulia itu pun mendesak untuk dituntaskan.

Sebelum beranjak untuk menunaikan tugas mulia itu. Ane minta izin dan mencium tangan Ibu ane, serta berpesan pada ade ane untuk menjaga Ibu ane dengan baik-baik. Ane juga minta agar mereka tidak menghalangi ane dalam menunaikan tugas mulia tersebut, karena udah gak tahan, udah di ujung tanduk. Ane pun akhirnya ke kamar mandi, buka celana dan mendaratkan beberapa belut kuning ke dalam blackhole, mereka mendarat dengan lucu-lucu ingin rasanya ane cubit pipi mereka, tapi gak tau mana kepala dan mana kaki, karena bentuknya sama aja.

Setelah mereka semua keluar, kini tinggal bersih-bersihnya. Bahasa Swedianya ce to the bok alias cebok. Bersihin dulu pake aer lalu bilas, baru kemudian pake sabun. Namun kali ini setelah pake sabun dan dibilas. Ane merasa kok ada yang aneh, kok tiba-tiba sekitar pantat ane jadi panas. Yaa ampuunnn...ternyata Bapak ane abis pake balsem, terus mandi pake ini sabun, dan sekarang ane yang terkena imbasnya. Yaa ammpuuun...panas banget iniii....pengen rasanya ane teriak, ouuugghhhh...tapi takut disangkain lagi ngapa-ngapain. 

Akhirnya ane hanya bisa keluar kamar mandi dengan mengenakan handuk dan berjalan lemas. Karena rasanya ini bener-bener panas, kayak duduk di warung kopi tapi bawahnya ada penggorengan malaikat Malik, sang penjaga pintu neraka. Ane juga merasakan jika cacing kremi yang udah beratus-ratus tahun ane ternak, ikut mati. Padahal awalnya ane mau ekpor ke Korea Utara untuk jadi bahan baku nuklir. Hampir sepanjang malam ane merintih kepanasan, hingga hati kecil ane berbisik dalam nafas.

Sakitnya tuhh di sini...



HUMOR RELIGI : BELAJAR BAHASA ARAB


Hari Kamis ini Baim semangat sekali berangkat ke pengajian. Karena di setiap hari Kamis adalah jadwalnya mata pelajaran Sejarah Islam. Kali ini Kak Ismail guru ngaji Baim bercerita tentang fitnah terbesar yang akan ada di akhir zaman, yaitu kemunculan dari Dajjal, yang tandanya sudah banyak sekali di zaman sekarang. Baim sangat antusias dan fokus dalam mendengar cerita itu. Lalu ada dua hal yang menjadi fokus Baim tentang tanda-tanda kemunculan Dajjal. Setelah pengajian selesai Baim bergegas pulang, untuk memberitahu pada orangtuanya tentang rencananya dalam menghalau fitnah Dajjal terhadap diri dan keluarganya. 

Namun di tangga yang menuju lantai bawah Masjid, dia bertemu dengan temannya, Yaya. Yaya yang kebetulan orangtuanya bekerja di perusahaan air milik Negara, termenung memikirkan bagaimana Danau Tiberias yang sekarang berada di daerah territorial Israel agar volume airnya kembali banyak dan melimpah. Karena salah satu tanda kemunculan Dajjal adalah mengeringnya air di Danau Tiberias. Baim yang meliat temannya kebingungan itu hanya berpesan singkat, kalo kita memang gak bisa memperbanyak kembali volume air di Danau Tiberias, tapi kita bisa memperbanyak keimanan kita kepada Allah SWT sebelum saat itu muncul. Yaya yang mendengar jawaban dari Baim itu menjadi sedikit lega.
                                           (Photo Danau Tiberias saat ini)


Kemudian Baim melanjutkan perjalanannya ke rumah. Di rumah Baim langsung meminta agar ikut les Bahasa Arab dan keluarganya juga diminta untuk ikut les Bahasa tersebut. Saat Ibunya bertanya untuk apa kita semua iku les Bahasa Arab. Dengan senyuman khas Shahrukh Khan, Baim menjawab.

“Supaya kita bisa pindah ke Mekkah atau Madinah, karena hanya dua kota itu yang tidak bisa dimasuki oleh Dajjal.”

*Yaa Allah lapangkanlah ummat Islam dari himpitan kesedihan dan kesusahan*