Di
sebuah hutan belantara, yang di dalamnya terdapat sungai yang luas dan sangat
dalam. Di sana juga tinggal seekor buaya yang besar, kuat lagi berkuasa. Pada
suatu hari, ada tiga ekor hewan yang menyebrang di sungai itu. Hewan pertama
seekor ayam, tewas dimangsanya dengan sekali lahap. Hewan kedua adalah seekor
sapi muda, juga tewas dimakannya.
Namun
ketika hewan ketiga menyebrang, yaitu seekor babi hitam. Dia pun acuh dan tidak
memakannya. Si babi pun heran dan bertanya padanya, “kenapa engkau tidak
memakanku?”
Si
buaya pun menjawab, “maaf aku seorang muslim, ditambah lagi kau menyebrang
sambil goyang dribble”.
*Seorang
pemimpin Islam harus seperti itu, walaupun dia punya kekuatan dan kekuasaan.
Tapi dia harus tetap bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram.
Amanah sebagai pemimpin itu di Islam sangat besar, itulah yang menyebabkan
Khalifah Abu Bakar Shiddiq menangis dan Khalifah Umar Bin Khattab tidak tidur
semalaman ketika beliau berdua terpilih sebagai pemimpin ummat Islam setelah
ditinggal oleh kekasih yang sangat mereka sayangi Nabi Muhammad S.A.W. Khalifah
Umar Bin Khattab menggambarkan memikul amanah sebagai pemimpin lebih berat
daripadi memikul Bukit Uhud dipundaknya*
*Yaa
Allah lapangkanlah ummat Islam dari himpitan kesedihan dan kesusahan*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar