Nama
bagi manusia selain untuk panggilan, juga merupakan sebuah do’a dan harapan
dari orangtua atau orang yang terdekat pada seorang anak. Sekarang, ane mau
berbagi cerita sedikit pada saat ane diminta untuk memberi nama ponakan-ponakan
ane. Maklum di dalam silsilah keturunan keluarga Dewa Hanoman ini ane merupakan
salah satu anak yang bisa diartikan cukup bijaksana dan berperan bagi
kelangsungan keturunan ini di muka Bumi. Kita mulai dari ponakan ane yang urutan
lahinrnya paling belakangan, dia lahir setelah banjir di tahun 2014 lalu.
Berhubung pada saat itu ane lagi hobi baca tentang kisah-kisah sahabat Nabi
Muhammad saw dan para pejuang Islam, maka nama yang tercetus adalah. Muhammad
Jafar Salahuddin, tapi Ibunya gak mau. Dengan alasan nanti takut anaknya salah
terus. Ane langsung tepok jidat pake tangan Kiyai pas denger alasannya itu.
Setelah itu ane serahin aja sama Bapaknya, biar dia sendiri yang ngasih nama.
Kemudian Bapaknya melakukan tapa brata selama sehari semalam tanpa makan nasi
dan daging, hanya ngemil macaroni. Maka Bapaknya nihh anak kasih nama Ba’da
Putra Pratama.
Anaknya
ganteng kan...
Gw
juga manggil dia dengan sebutan nama kecilnya Jaka Tingkir, yaitu Raden Mas
Karebet. Soalnya lucu banget pas make blangkon Jawa.
Lucu
kaan...
Berikutnya,
gw juga diminta kasih nama ponakan gw yang lahir pas banget di tanggal 25
Desember, dan Bapaknya ini adalah sodara gw yang orangnya bengal. Udah lahirnya
di tanggal 25 Desember, Bapaknya bengal maka nama-nama yang terlintas di kepala
gw adalah. Yudas Eskariot, Hamann, Qarun, Fir’aun Amenhotep II...Allahu Akbar, kenapa jadi nama-nama orang
dzalim semua yang keluar. Sekalinya terlintas nama yang baik, yang ada di
kepala gw cuma nama Isa Al-masih. Ahh masa iyaa gw kasih nama ini anak pake
nama itu, dan masa iyaa itu anak adalah orang yang akan melawan Dajjal di akhir
zaman nanti, gw rasa gak mungkin. Gak mungkin dia melawan Ayahnya sendiri. Makanya
akhirnya gw urungkan kembali nama itu, dan serahin ke Bapaknya lagi. Terserah
mau di kasih nama apa itu anak. Maka Bapaknya yang udah mentok mikir kasih nama
anaknya dengan nama.
Nata
Prawira dengan panggilannya, Wira.
Itu
photo Wira, yang lagi iseng-iseng waktu lagi dipakein kerudung.
Berikutnya
satu tahun kemudian, di akhir tahun. Si Wira punya ade, dan kali ini gw lagi
yang diminta untuk kasih nama. Lalu nama awal yang terlintas adalah nama tokoh
sufi, El Jalaludin Rumi tapi udah dipake sama Ahmad Dhani. Terus pas gw mau
kasih nama Ridho Rhoma, ehh udah dipake juga sama Rhoma Irama. Mau gw kasih
nama Nikita Mirzani, dia juga bukan perempuan. Tapi gw gak habis akal, berhubung
pada saat itu gw lagi seneng baca-baca tokoh wayang. Maka nama yang menurut gw
cocok adalah Ahmad Yudhistira. Bapak dan Ibunya setuju tapi tetangganya
enggak...ahh peduli apa sama tetangga...emangnya dia ikut naro saham. Dengan
sedikit ubahan maka nama akhir yang digunakan adalah Marlin Yudhistira (Marlin
gabungan nama Ibu dan Bapaknya).
Itu
photo Thira waktu umur sekitar beberapa minggu.
Kurang
lebih seperti itulah gw memberi berkah pada tiga jagoan itu. Wira dengan
keberaniannya, Thira dengan ketabahannya dan Ba’da dengan ketampanannya. Semoga
bisa menjadi berkah dan karunia dari Tuhan untuk Dunia ini.
Aamiin...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar