Minggu, 13 Desember 2015

Memberi Berkah Tiga Jagoan


Nama bagi manusia selain untuk panggilan, juga merupakan sebuah do’a dan harapan dari orangtua atau orang yang terdekat pada seorang anak. Sekarang, ane mau berbagi cerita sedikit pada saat ane diminta untuk memberi nama ponakan-ponakan ane. Maklum di dalam silsilah keturunan keluarga Dewa Hanoman ini ane merupakan salah satu anak yang bisa diartikan cukup bijaksana dan berperan bagi kelangsungan keturunan ini di muka Bumi. Kita mulai dari ponakan ane yang urutan lahinrnya paling belakangan, dia lahir setelah banjir di tahun 2014 lalu. Berhubung pada saat itu ane lagi hobi baca tentang kisah-kisah sahabat Nabi Muhammad saw dan para pejuang Islam, maka nama yang tercetus adalah. Muhammad Jafar Salahuddin, tapi Ibunya gak mau. Dengan alasan nanti takut anaknya salah terus. Ane langsung tepok jidat pake tangan Kiyai pas denger alasannya itu. Setelah itu ane serahin aja sama Bapaknya, biar dia sendiri yang ngasih nama. Kemudian Bapaknya melakukan tapa brata selama sehari semalam tanpa makan nasi dan daging, hanya ngemil macaroni. Maka Bapaknya nihh anak kasih nama Ba’da Putra Pratama. 
Anaknya ganteng kan...

Gw juga manggil dia dengan sebutan nama kecilnya Jaka Tingkir, yaitu Raden Mas Karebet. Soalnya lucu banget pas make blangkon Jawa.
Lucu kaan...

Berikutnya, gw juga diminta kasih nama ponakan gw yang lahir pas banget di tanggal 25 Desember, dan Bapaknya ini adalah sodara gw yang orangnya bengal. Udah lahirnya di tanggal 25 Desember, Bapaknya bengal maka nama-nama yang terlintas di kepala gw adalah. Yudas Eskariot, Hamann, Qarun, Fir’aun Amenhotep II...Allahu Akbar, kenapa jadi nama-nama orang dzalim semua yang keluar. Sekalinya terlintas nama yang baik, yang ada di kepala gw cuma nama Isa Al-masih. Ahh masa iyaa gw kasih nama ini anak pake nama itu, dan masa iyaa itu anak adalah orang yang akan melawan Dajjal di akhir zaman nanti, gw rasa gak mungkin. Gak mungkin dia melawan Ayahnya sendiri. Makanya akhirnya gw urungkan kembali nama itu, dan serahin ke Bapaknya lagi. Terserah mau di kasih nama apa itu anak. Maka Bapaknya yang udah mentok mikir kasih nama anaknya dengan nama.

Nata Prawira dengan panggilannya, Wira.
Itu photo Wira, yang lagi iseng-iseng waktu lagi dipakein kerudung.

Berikutnya satu tahun kemudian, di akhir tahun. Si Wira punya ade, dan kali ini gw lagi yang diminta untuk kasih nama. Lalu nama awal yang terlintas adalah nama tokoh sufi, El Jalaludin Rumi tapi udah dipake sama Ahmad Dhani. Terus pas gw mau kasih nama Ridho Rhoma, ehh udah dipake juga sama Rhoma Irama. Mau gw kasih nama Nikita Mirzani, dia juga bukan perempuan. Tapi gw gak habis akal, berhubung pada saat itu gw lagi seneng baca-baca tokoh wayang. Maka nama yang menurut gw cocok adalah Ahmad Yudhistira. Bapak dan Ibunya setuju tapi tetangganya enggak...ahh peduli apa sama tetangga...emangnya dia ikut naro saham. Dengan sedikit ubahan maka nama akhir yang digunakan adalah Marlin Yudhistira (Marlin gabungan nama Ibu dan Bapaknya). 
Itu photo Thira waktu umur sekitar beberapa minggu.

Kurang lebih seperti itulah gw memberi berkah pada tiga jagoan itu. Wira dengan keberaniannya, Thira dengan ketabahannya dan Ba’da dengan ketampanannya. Semoga bisa menjadi berkah dan karunia dari Tuhan untuk Dunia ini.

Aamiin...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar