Minggu
ini tanggal 13 Desember 2015 tercatat sebagai hari yang cukup membuat ane
bersedih. Karena pada hari ini ane kehilangan salah satu teman sepermainan dan
satu pemikiran sama ane. Teman yang kuat, rendah hati, pembela yang lemah, cerdas
namun cenderung pendiam. Ane punya beberapa bait puisi untuk melepas
kepergiannya. Ane membuat puisi ini dengan airmata yang tertahan dan rindu yang
membuncah terhadap setiap kenangan ketika bersamanya.
Terlepas
sudah genggaman tanganku...
Putus
sudah kebersamaan ini...
Saat
kau pergi...
Aku
kehilangan jati diriku...
Mengapa
hatiku berdebar...
Mengapa
aku meneteskan airmata...
Mengapa
aku merasa kehilangan dirimu...
Aku
adalah jalanmu...
Kau
adalah kafilahku...
Saat
mencari rumahmu...
Aku
justru menemukan tempat tinggalku...
Aku
adalah ucapanmu...
Dan
kau adalah hatiku...
Saat
kau tak bicarapun...
Aku
bisa mendengarnya...
Sejak
bersamamu...aku menjadi mampu...
Yang
sulit menjadi mudah dan yang jauh menjadi dekat...
Selamat
Jalan kawanku, Ultraman 3. Semoga
jasa-jasamu akan selalu dikenang di Bumi ini dan aku akan selalu berziarah ke
makammu jika ada waktu, karena jarak dari Grogol ke Kalibata lumayan jauh,
apalagi kalo ditempuh dengan cara ngesot sambil ngupil.
Sampai
jumpa kawan...Kami akan selalu mengenangmu...Wabilahi Taufik Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakathu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar