Sudah
hampir seharian Baim menunggu mobil di sebuah halte bus. Cuaca yang awalnya
mendung berubah menjadi terang, lalu berubah lagi menjadi mendung. Orang-orang
yang menunggu dengannya sudah berubah-ubah, baik profesi maupun usia, tapi Baim
belum juga menaiki sebuah kendaraan yang bisa mengantarkannya ke tujuan. Perut
Baim yang lapar sudah kembali kenyang, karena sebelum menunggu mobil di halte
ini. Baim secara cetar membahana sudah membawa bekal makan siang, lengkap dengan
minuman dan cemilannya. Namun mobil yang Baim tunggu tak juga kunjung datang.
Sesekali dia berdiri dan menoleh ke arah kanan untuk meliat mobil yang akan dia
tumpanginya, namun berakhir dengan kekecewaan. Karena mobil yang dia tumpangi
TIDAK KUNJUNG DATANG.
Siang
sudah berganti malam, Matahari mulai berganti Bulan. Namun Baim dengan wajah
polos dan pucatnya tetap masih menunggu di halte tersebut. Ada dua orang
pedagang di sekitar situ yang dari siang tadi ternyata memperhatikan
gerak-gerik Baim, yang satu adalah pedagang otak-otak dan satunya lagi pedagang
minuman ringan yang memang kesehariannya mangkal di dekat halte itu.
Pedagang
otak-otak dan pedagang minuman yang merasa iba dan bertanya-tanya melihat Baim
mendekatinya dan berkata.
“De’...lagi
nunggu apa? Tanya si pedagang otak-otak.
“Lagi
nunggu mobil Pak?”
“Mobil
jurusan apa?” Lanjut si pedagang minuman bertanya.
“Saya
telah melakukan kesalahan yang cukup besar terhadap seorang gadis Pak. Saya
melukai perasaannya. Saya sedang menunggu kendaraan yang bisa mengantar saya
kembali ke masa lalu, untuk memperbaiki kesalahan saya.”
*Sehebat
apapun manusia, mereka tidak akan pernah bisa membuat kendaraan yang bisa
mengantar mereka kembali ke masa lalu. Oleh karena itu bersikap bijak dan
berhati-hatilah, dan ikhlaslah terhadap masa lalu. Karena salah satu alasan
mengapa Allah menciptakan mata kita di depan adalah karena Allah menginginkan
kita untuk selalu bisa menatap ke masa depan dengan segala harapannya*
*Yaa
Allah lapangkanlah ummat Islam dari himpitan kesedihan dan kesusahan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar