Rabu, 09 Desember 2015

HUMOR RELIGI : URUTAN KE TUJUH SETELAH RUKUN IMAN


Di suasana kampus yang dingin di siang hari, karena pada hari itu hujan cukup deras. Baim dan ketiga orang kawannya Arman dan Khadir sedang duduk asik di dalam ruangan kampus, sambil menunggu dosen matapelajaran datang. Baim yang sejak tadi sibuk menggambar oret-oretan yang gak jelas jadi terbawa pembicaraan kedua temannya itu, saat salah satu diantara mereka, yaitu Arman. Menanyakan hal apakah yang harus dilakukan pertama kali oleh orang yang berpacaran? Apakah jalan bareng, nonton bareng, makan bareng atau pegangan tangan? 

Baim menjawab jika semua hal itu hanyalah urutan ketujuh. Kedua temannya heran mengapa bisa di urutan ketujuh, padahal dalam hubungan antara pria dan wanita hal yang tadi disebutkan Arman sangatlah penting. Dengan simple Baim menjawab.

“Karena urutan satu sampai ke enamnya adalah rukun iman.”

*Dalam hidup, hubungan antara wanita dan pria bisa diasosiasikan dengan pacaran, jalan bareng, nonton bareng, suap-suapan makanan sampai sendoknya bengkok atau bahkan sampai piringnya pindah ke muka atau apa ajalah memang penting. Tapi itu semua cuma berada di urutan ke tujuh setelah ke enam rukun iman. Karena tanpa ke enam rukun iman, hubungan pria dan wanita hanyalah sekedar syahwat. Bukanlah akhirat.* ~Inspired by Imam Ali Bin Abi Thalib~

Sebenarnya pada zaman dahulu kala, di saat usia ane masih 365 tahun perjanalan cahaya. Ane juga pernah ngerasain apa itu yang namanya jatuh cinta. Namun dunia seolah-olah tidak menghendakinya, karena yang ane cintai itu adalah ban dalem bajaj. Selepas peristiwa yang menyayat hati dan telinga itu, ketika usia ane udah beranjak dewasa. Ane jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis yang membuat ane selalu mengingatnya. Mau makan inget dia, mau minum inget dia, mau mandi apalagi tambah inget dia, mau pake baju inget dia, mau tidur inget dia. Cuma waktu ngeliat sodara ane dikubur, ane baru inget Tuhan dan dosa-dosa ane. Ane beri dia segalanya dari uang, waktu, hadiah, do’a-do’a malam ane juga untuk dia. Tapi apa yang ane dapat? Ane gak dapet apa-apa. Karena pacaran itu ibaratnya adalah taruhan. Jadi nikah belum tentu, tapi dosanya pasti.

Kemudian ane melakukan perjalanan untuk mencari jawaban apakah arti cinta dan jodoh itu. Ane pernah baca dalam sebuah postingan Islami di internet yang berkata, “Cintailah seseorang itu secara diam-diam seperti kisah cinta suci Sayyidatina Fatimah Az- Zahra dan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, yang akhirnya Allah persatukan juga cinta mereka. Sesungguhnya, mereka yang mencintai secara diam-diam itu sedang berjihad menentang kehendak diri dan menundukan nafsu hati.” Ane pernah baca kisahnya, dan bener-bener kisah cinta yang bukan hanya luar biasa, tapi juga suci, yang bahkan setan pun tidak mengetahui jika mereka saling mencinta. Sungguh pria dan wanita seperti mereka itu di zaman sekarang sudah tidak diproduksi lagi. Si pria adalah calon pria Padang Mahsyar yang zuhud terhadap keindahan dunia, dan si wanita penyabar dalam do’anya. Dan untuk ane sendiri, sampai sekarang perjalanan ane masih berlanjut, entah di mana akan berlabuh, sambil terus memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk berkah dan teman di Dunia serta Akhirat itu.

 
Beri aku lelahmu
Ambillah kuatku
Lalu berjalan dan menarilah di Bumi Allah ini
Semoga tidak ada yang berbuat jahat dan menyakitimu
Aku tidak bisa memberimu seikat bunga, tiket bioskop ataupun janji hidup mewah
Aku hanya pengemis yang cuma bisa mengetuk pintu rumah-Nya
Menyebut nama kekasih-Nya (Muhammad saw)
Dengan harapan Dia mau mengampuni, dan merubah nasib hamba yang hina ini
Karena semenjak mencarimu, aku menemukan siapa diriku
Kaulah berkah dan ibadahku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar